Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts

Tuesday, April 22, 2014

Oleh : Zubaidah Ningsih AS

Ok, kita lanjutkan dongengnya...menjawab pertanyaan selanjutnya

7. Apakah semua Nasrani benar2 ingin menghancurkan muslim?

Tidak. Seorang pemuka Nasrani Raymond of Tiberians adalah salah satu tokoh Nasrani yang menentang perang salib. Dia pernah menjadi tawanan Nurudeen Zengi. Pada saat ditawan itulah Raymond merasakan propaganda bahwa Islam itu buruk tidaklah benar. Dia bisa melihat kebaikan hati para muslim. Dia bahkan bisa berbahasa Arab mengingat sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Middle East. Raymond ini kemudian menjadi teman Salahudeen. Berbeda dengan Raymond, seorang pemuka Nasrani Reynold of Chatillon sangat membenci Islam dimana dia mendapat dukungan penuh dari Templar Knights. Reynald ini sangat kuat pengaruhnya sehingga mampu menyetir Sang Raja yang lemah. Pada suatu insiden, Reynald pernah menghina Nabi Muhammad SAW. Mendengar insiden ini, Salahudeen bersumpah akan membunuh Reynald dengan tangannya sendiri.

8. Bagaimanakah perang salib II akhirnya berakhir?

Salahudeen menyadari cepat atau lambat perang akan terjadi antara kaum muslim dengan tentara salib. Apalagi pengingkaran perjanjian oleh Reynald of Chatillon yang kerap kali mengkhianati perjanjian antara Muslim dan Nasrani semakin membuat geram Salahudeen. Salah satu tindakan jahat Reynald adalah menyerang karavan milik Salahudeen dimana adik perempuan Salahudeen ada di dalam karavan ini. Reynald yang didukung Raja Guy of Lusignan telah membuat Salahudeen naik pitam.

Memanfaatkan kelemahan tentara salib dalam melakukan peperangan di daerah gurun, Salahudeen kemudian membuat strategi untuk menggiring tentara salib ke gurun. Kastil Raymond of Tiberians yang didiami istri Raymond diumumkan telah dikuasai oleh Salahudeen. Terjadi perundingan di kalangan pemuka Nasrani apakah mereka akan menyerang Salahudeen dan membebaskan istri Raymond. Raymond yang mengetahui watak Salahudeen menyangsikan kebenaran niatan Salahudeen untuk menyakiti istrinya. Dia memahami bahwa Salahudeen tidak akan menyakiti istrinya dan sengaja ingin diserang. Raymond paham strategi Salahudeen untuk menjebak tentara salib di gurun mengingat untuk menuju kastil Raymond tentara salib harus melewati gurun.

Raymond bersikukuh melarang penyerangan ke kastilnya. Namun beberapa pemuka Nasrani termasuk Reynald mempertanyakan ide Raymond yang dianggap melindungi Salahudeen dan membiarkan istrinya disakiti. Dia bahkan difitnah telah menjadi muslim dan berusaha mengkhianati Nasrani dari dalam. Reynald yang haus darah akhirnya memenangkan perundingan itu dan meyakinkan Raja Guy of Lusignan untuk menyerang Salahudeen.

Perang Hattin (1187 M) adalah perang besar yang akhirnya terjadi menyusul insiden penguasaan kastil Raymond oleh Salahudeen. Tentara salib terjebak strategi Salahudeen dan akhirnya berperang di gurun pasir yang panas. Kondisi yang sangat melelahkan tentara salib ini menguntungkan tentara Salahudeen. Tepatnya 4 Juli 1187 Reynald of Chatillon dan Guy of Lusignan berhasil ditawan Salahudeen.

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa Reynald dan Guy dibawa ke tenda Salahudeen. Salahudeen menawarkan minuman untuk Guy yang sangat haus. Guy kemudian memberikan gelasnya kepada Reynald. Reynald tanpa ijin Salahudeen ternyata meminum air itu. Salahudeen merasa bahwa Reynald telah bertindak tidak pada tempatnya. Dengan secepat kilat Salahudeen menebas leher Reynald dan selanjutnya memenggal kepala Reynald. Salahudeen berkata kepada Guy of Lusignan bahwa dia tidak akan membunuh Guy karena sesama raja tidak boleh saling membunuh. Namun dia membunuh Reynald yang telah banyak melakukan kejahatan baik pembunuhan, pembajakan maupun pengingkaran perjanjian. Salahudeen juga telah memenuhi janjinya sendiri untuk membunuh Reynald yang telah menghina Nabi Muhammad SAW. Guy sendiri akhirnya dibebaskan oleh Salahudeen.

Selanjutnya Salahudeen bergerak menuju Jerusalem. Tentaranya mengepung Jerusalem yang saat itu dipimpin oleh Balian of Ibelin. Balian menyadari bahwa perlawanan tentaranya tak akan mampu melawan tentara Salahudeen. Hingga saat diambang kekalahannya Balian menawarkan perundingan dengan Salahudeen. Balian mengancam bahwa dia akan membakar seluruh kota Jerusalem termasuk 5000 tentara muslim yang ditawan di Jerusalem. Salahudeen dengan bijaksana mencegah Balian membumihanguskan Jerusalem, bahkan dia menawarkan perlindungan ke semua umat Nasrani di Jerusalem. Wanita, anak2, tentara, pemuka2 Nasrani, bahkan istri Balian akan dijamin keselamatannya sampai mereka kembali ke tanah asal mereka. Balian terkejut "Tetapi umat Nasrani membunuh semua Muslim saat mereka menduduki kota ini". Salahudeen berkata "Aku bukan orang2 itu, Aku Salahudeen...Salahudeen" *1

Dalam pembebasan kota Jerusalem, Salahudeen hanya meminta bayaran 10 dirham sebagai tebusan satu jiwa laki2 Nasrani, 5 dirham untuk satu jiwa perempuan Nasrani dan 2 dirham untuk jiwa anak2 Nasrani. Sedangkan untuk janda dan anak yatim? mereka tidak wajib membayar tebusan, bahkan mereka disantuni oleh Salahudeen. Dome of Rock dan Masjidil Aqsa yang tadinya dipasangi salib, dibersihkan kembali oleh Salahudeen.

Setelah 88 tahun masa perang salib I dan II, Salahudeen berhasil membawa Islam memenangkan perang salib II.

9. Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah perang salib II ini?

Di akhir acara Islamic Legacy ini, sang presenter menekankan :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (Ar Ra'd ; 11)

Dalam pemahaman saya, menjadi Islam tak semata-mata akan menjadikan kita terpuji dan tertinggikan di atas kaum non muslim selama kita tidak meninggikan diri kita sendiri. Keadaan kita yang kurang dibanding kaum non muslim tak serta merta akan dibalik oleh Allah hanya karena kita bersyahadat. Ridwan, Duqaq dan Kirij Arslan adalah contoh muslim yang tidak meninggikan diri mereka sendiri lantaran kesenangan mereka mendahulukan dunia dibanding akhirat. Ridwan bahkan mengkhianati agamanya sendiri dengan membiarkan salib2 ditempatkan di masjid2. Duqaq menyumbangkan hartanya untuk penindasan kaumnya sendiri. Sebuah contoh muslim pengecut yang mendahulukan duniawinya.

Sementara Nurudeen Zengi dan Salahudeen Al Ayubi menunjukkan usaha kerasnya dalam memperjuangkan agama Allah dan menjaga sunnah Rosulnya disertai usaha nyata dalam mengubah keadaan. Kedua pemimpin ini memimpin dengan kelembutan dan keikhlasan hati yang dibarengi dengan ketegasan dan disiplin dalam menjaga agamanya. Salahudeen meneladani Umar bin Khattab yang tidak membantai semua umat Nasrani saat menduduki Jerusalem. Terlihat jelas bagaimana Allah akan menjaga umatnya yang berpegang teguh pada agama Allah dan mencintai RosulNya.

Selain itu saya pribadi memahami bahwa agama memang sangat mudah dijadikan propaganda perpecahan. Agama adalah suatu hal yang mencakup aspek2 irrasional yang kadang bisa membuat orang berlaku irrasional juga. Di sinilah bahayanya agama saat ditunggangi oleh kepentingan2 duniawi sebab terkadang orang tidak akan berpikir dua kali dalam membela agamanya. Sangat penting kita memahami agama sehingga tidak dengan mudah terbawa propaganda salah.

Raymond of Tiberians adalah salah satu contoh manusia yang menyadari kesalahannya menyerang muslim hanya karena alasan irrasional yang dihembuskan pendeta2 sebelumnya. Dia dengan sendirinya akhirnya menyadari bahwa tidak ada alasan kuat untuk menyerang muslim. Walaupun dia seorang Nasrani, dia mempunyai kelembutan hati untuk tidak melakukan kejahatan perang. Sementara Reynald yang dipenuhi keserakahan, kejahatan dan kebengisan menjadi contoh hilangnya fitrah seorang manusia karena dorongan hawa nafsu terlepas dari apapun agamanya.

10. Apakah perang salib masih ada sampai saat ini?

Sejarah perang salib sendiri sebenarnya banyak mengandung kontroversi tergantung dari kacamata yang dipakai untuk melihatnya. Pihak Muslim tentu banyak mengunggulkan Islam, sedangkan pihak Nasrani akan mengunggulkan Nasrani. Jadi cukup sulit melihat keobyektifan sejarah perang salib.

Menurut saya, selama fitrah manusia yang mengajarkan kebaikan (terlepas dari apapun agamanya) dikhianati oleh hawa nafsu manusia, maka perang salib akan terus ada. Wallahu'alam bisshawab.

Sekian dongengnya...semoga bermanfaat untuk kita semua...Salam dongeng dari Melbie untuk teman2 semua. Terutama Omar...asyik euy ikutan Islamic Legacy. Tahun depan udah pulang :( gak bisa ikutan lagi. Janjinya mereka bikin dongeng Perang Salib III. Hmm...semoga ada yang berbaik hati gantian ndongeng :D.


Melbourne, 28 September 2009
Salam

*1. Adegan penguasaan Jerusalem oleh Salahudeen bisa teman2 lihat di film KINGDOM OF HEAVEN, terutama scene ini http://www.youtube.com/watch?v=XxxUbrzVBt0&feature=related.

*2. Dampak perang salib II ini
- untuk muslim = peradaban muslim mengalami kemunduran 100 tahun
- untuk Nasrani = umat Nasrani banyak belajar dari peradaban Muslim yang menjadi awal Reinassance di Eropa.

Ghassan Massoud, pemeran Salahudeen Yusuf Al Ayubi di film Kingdom of Heaven. Dia menyatakan kepuasannya bisa mengganggu kaum Muslim maupun Nasrani yang fanatik berlebihan melalui karaktenya di film ini. Btw, jadi ingat Abah saya, sama brewoknya euy :p. Photo taken from http://www.usatoday.com/life/movies/news/2005-05-11-kingdom-massoud_x.htm
Ghassan Massoud, pemeran Salahudeen Yusuf Al Ayubi di film Kingdom of Heaven. Dia menyatakan kepuasannya bisa mengganggu kaum Muslim maupun Nasrani yang fanatik berlebihan melalui karaktenya di film ini. Btw, jadi ingat Abah saya, sama brewoknya euy :p. Photo taken from http://www.usatoday.com/life/movies/news/2005-05-11-kingdom-massoud_x.htm
Oleh : Zubaidah Ningsih AS

The Awakening, munculnya pemimpin2 muslim yang tangguh.

Kini Jerusalem telah dikuasai tentara salib dan muslim berada di bawah kekuasaan mereka. Pihak Nasrani mendirikan 4 negara di daerah yang sebelumnya dikuasai muslim, yaitu Edessa, Antioch, Tripoli dan Jerusalem. Perang Salib I telah usai dengan kemenangan di pihak Nasrani.

5. Bagaimanakah perjuangan Muslim melawan Nasrani?

Setelah pada tahun 1100 M Nasrani menduduki Jerusalem, maka umat Islam mulai berbenah. Dimulai dengan munculnya seorang tokoh besar Imadudeen Zengi atau Lion of Mosul yang merupakan raja Syria. Dia adalah keturunan Turki berkulit gelap. Pembentukan jiwa kepemimpinan Imadudeen dimulai saat dia menjadi bagian dari pasukan Ibn Khassab (ulama yang mencabuti tanda salib di masjid2). Dia adalah seorang muslim yang taat, disiplin dan berpendirian kuat. Dia membentuk pasukan muslim yang kuat, disiplin dan tangguh. Dia menghindari foya2 dan menolak keras alkohol. Pasukan Imadudeen sangat mencintai panglimanya ini.

Khalifah di Baghdad meminta bantuan kepada Imadudeen untuk membantunya melawan tentara salib. Namun sayang perjuangan Imadudeen kali ini masih belum membuahkan hasil. Dia bahkan hampir terbunuh di sebuah pinggir sungai saat keluarga Ayubi dari seberang sungai berhasil menyelamatkannya. Di sinilah awal mula kerjasama keluarga Zengi dan Ayubi dalam melawan Nasrani. Selanjutnya Imadudeen berusaha merebut kembali Edessa, yang menjadi penghubung antara Aleppa dan Mosul. Imadudeen mencoba menawarkan perdamaian kepada Raja Edessa saat itu, namun sang raja menolak. Tahun 1144 M, Imadudeen menyerang Edessa dengan cara membuat terowongan bawah tanah untuk bisa masuk ke kota Edessa. Imadudeen berhasil menguasai Edessa. Dia membunuh semua tentara salib di kota itu. Edessa dapat direbut. Kini Mosul dan Aleppa terhubung kembali. Hal ini membangkitkan kembali semangat kaum muslim. Sementara tentara salib merasakan adanya ancaman dan mulai bersiap menyiapkan perang salib II.

Pelajaran yang dapat diambil dari perjuangan Imadudeen adalah bahwa dia mulai membenahi manajemen militernya. Melatih dengan sungguh2 tentaranya. Imadudeen juga berhasil mendidik anak2nya akan pentingnya perjuangan Islam ini. Namun Imadudeen terbunuh pada tahun 1146 M. Lagi2 kelompok Habsyisyi (atau Assassin) berhasil membunuh Imadudeen yang dianggap membahayakan kekuasaan Habsyisyi.

Islam kembali kehilangan pemimpin. Saat itulah muncul kemudian Nurudeen Zengi, anak laki2 Imadudeen. Nurudin Zengi bersepakat dengan saudaranya Syaifudeen Zengi bahwa Nurudeenlah yang akan meneruskan tampuk kepemimpinan ayahnya. Nurudeen akhirnya berkuasa di Edessa. Joscelyn, seorang panglima tentara salib berusaha merebut kembali Edessa, namun usaha ini gagal. Nurudeen mulai membangun umat Islam. Dia mulai mereformasi umatnya. Menurut Ibn Athir, seorang sejarawan, Nurudeen berkarakter seperti Umar bin Khattab, dia lelaki yang sholeh, pecinta sunnah Rosul dimana dia rajin belajar hadist, selalu didampingi ulama2 dan panglima2nya yang kerap memberi masukan padanya. Di waktu senggangnya dia minta para ulama mengajarkan hadist padanya. Jika dia mendengar lafal adzan yang salah, maka dengan segera dia akan membenarkannya. Dia membawa pedang selayaknya Nabi membawa pedang, demikian akhirnya dia mencontohkan pada pasukannya. Dia juga raja yang sederhana, rendah hati, adil, kuat dan sehat.

Nurudeen juga menekankan pada istrinya bahwa dia adalah pengelola uang rakyat, bukan pemiliknya. Di sini dia menempatkan diri sebagai pelayan umat, bukan sebagai pengambil keuntungan dari umat. Saat istrinya menangis lantaran tertidur sehingga melewatkan sholat malamnya, Nurudeen memerintahkan pasukannya untuk membunyikan tanda di tengah malam sehingga orang2 bisa terbangun dan melaksanakan sholat malamnya. Selain membangun sisi militer, Nurudeen juga berusaha mencerdaskan umatnya. Dia percaya bahwa pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi muda yang sholeh dan cerdas. Dia membangun sekolah2 dan sarana kesehatan. Nurudeen sangat berkomitmen untuk melayani umatnya. He took care of his ummah. Subhanallah...

Salah satu doa Nurudeen yang terkenal adalah doanya saat pasukannya di ambang kekalahan. Di antara pasukannya ada seorang ulama yang bermimpi bertemu pasukan lain. Salah satu anggota pasukan itu kemudian berkata kepada ulama ini "Katakanlah pada Nurudeen, Allah telah menjawab doanya". Selanjutnya ulama ini menghadap Nurudeen dan menceritakan mimpinya. Nurudeen tak serta merta percaya pada orang tersebut. Dia bertanya "Coba kau katakan, apa yang kuucapkan dalam doaku?". Orang itu ragu untuk mengatakan doa Nurudeen, namun dia akhirnya berkata "Engkau berdoa, 'Ya Allah, buatlah kemenangan ini kemenangan agamaMu. Siapakah aku ini? hanyalah seorang anjing Mahmud'". Sang ulama sebenarnya enggan menyebut rajanya anjing (red : Mahmud adalah nama lain Nurudeen) namun demi kebenaran mimpinya dia menyebut kata anjing. Nurudeen menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan Allah dengan menyebut dirinya sendiri seorang anjing Mahmud yang tak berharga dibanding kebesaran agama Allah. Dia berdoa agar kemenangan peperangan ini bukan untuk kemenangan dirinya namun kemenangan agama Allah.

Menyadari adanya ancaman dari Nurudeen, maka Eropa Barat kembali mengirimkan pasukannya. Di bawah pimpinan Loius dari Perancis dan Conrad dari Jerman, pasukan salib II mulai bergerak menuju Jerusalem. Dalam perjalanannya kali ini tentara salib berhasil dilemahkan oleh pasukan muslim. Damascus yang takut akan gerakan Nurudeen Zengi bersekutu dengan tentara salib di Jerusalem. Namum menyadari kekuatan dan kebijaksanaan Nurudeen akhirnya Damascus menyerahkan kekuasaan negeri ini ke tangan Nurudeen. Nurudeen berhasil menyatukan beberapa kerajaan Islam.

Tentara salib kemudian berhasil masuk ke Damascus. Di sini mereka berperang dengan tentara muslim. Salah satu peserta perang ini adalah seorang hakim dan ulama yang sudah cukup tua Al Findalawi. Walaupun tua namun dia berjuang dengan gigih dan akhirnya mati syahid. Dengan semangat baja, tentara muslim terus melawan tentara Salib. Dan dalam 4 hari tentara salib bisa dikalahkan.

Di sisi lain, Najmudeen Al Ayubi dan adiknya Asad al Din Shirkuh (sering disebut Shirkuh) terusir dari Tikrit karena suatu fitnah. Dalam perjalanannya melarikan diri dari Tikrit, Najmudeen yang adalah ayah Salahudeen dan adiknya diselamatkan oleh dinasti Zengi. Shirkuh kemudian menjadi tangan kanan Nurudeen Zengi.

Dalam proses perjuangan Nurudeen, Shirkuh diperintahkan oleh Nurudeen untuk membantu pasukan Islam di Mesir yang sedang melawan sesama muslim yang bersekutu dengan tentara salib. Shirkuh menempuh jarak yang cukup jauh dengan jalan memutari Jerusalem supaya bisa selamat sampai di Mesir tanpa diketahui tentara salib di Jerusalem. Di dalam proses inilah Salahudeen yang lahir dan besar di Damascus mulai belajar teknik perang dan kepemimpinan saat ikut berperang dengan pamannya di Mesir melawan muslim Fatimide yang bersekutu dengan tentara salib.

Di Mesir, Salahudeen mulai memimpin pasukan. Oleh pamannya dia ditempatkan di bagian tengah pasukan di perang Ashmunen tahun 1167 M. Dia harus menjebak musuh dengan pura2 melemah dalam perang sehingga akhirnya berhasil menarik pasukan musuh ke tengah2 pasukan muslim. Setelah pasukan musuh berada di tengah2 dua sayap pasukan muslim, Salahudeen harus berbalik 180 derajat menyerang balik musuh. Taktik ini dilakukan karena para knights yang berketrampilan perang tinggi berada di bagian belakang pasukan. Dengan tertariknya pasukan musuh di tengah2 pasukan muslim, maka para knights juga akan terjebak. Dengan demikian maka seluruh pasukan musuh bisa dikalahkan.

6. Siapa dan bagaimanakah kepemimpinan Salahudeen?

Seperti tersebut di atas, Salahudeen adalah seorang pemimpin hasil peleburan dua keluarga besar Ayubi dan Zengi. Di bawah didikan Nurudeen dan pamannya Shirkuh, Salahudeen menjadi pemimpin yang tangguh. Selepas kemenangan di Ashmunen, Shirkuh meninggal, demikian juga dengan Nurudeen. Putra Nurudeen meninggal dalam usia muda juga sehingga akhirnya Salahudeen kini yang memegang tampuk kekuasaan. Dibesarkan oleh teladan yang baik, Salahudeen terbentuk menjadi raja yang sholeh, cerdas, tegas, disiplin dan jitu dalam menyusun stategi perang.

Kekuatan yang dimiliki Salahudeen adalah keberaniannya bersikap sekaligus keikhlasannya. Dia menyadari bahwa posisinya sebagai raja Mesir sangatlah kuat dibanding raja2 kerajaan Islam lain dimana Mesir dekat posisinya dengan Jerusalem. Mesir juga sebuah kerajaan yang kaya. Di Mesir Salahudeen sebenarnya menghadapi bahaya ancaman musuh sekaligus serangan penyakit dan kelaparan. Namun begitu dia bersikukuh untuk menyatukan kerajaan2 Islam yang lain. Dia mengirimkan surat kepada raja2 Islam yang lain. Dalam surat ini dia menyatakan bahwa dialah penerus Nurudeen sekaligus menghimbau raja2 lain untuk bersatu mendukungnya. Raja2 lain menghormati Salahudeen dan bergerak bersama di bawah pimpinan Salahudeen. Syria dan Mesir kini dikuasai oleh Salahudeen.

Selain keberaniannya itu, Salahudeen juga seorang raja yang penuh keikhlasan. Dia menyadari bahwa kekuatan iman kepada Allah adalah senjata yang sangat kuat. Kepercayaan akan kebesaran Allah akan membantu terbentuknya jiwa2 pejuang Islam yang kuat dalam jihadnya. Salahudeen menyadari bahwa pasukan salib telah memahami strategi perang muslim. Taktik serangan gelombang muslim telah bisa dibaca oleh musuh sehingga musuh mampu mencegah terbentuknya konsentrasi prajurit muslim yang bersiap membentuk gelombang2 serangan. Karena konsentrasi yang terpecah ini maka gelombang serangan muslim tak bisa terbentuk. Tentara salib juga mengubah strategi perang para knightsnya. Tombak yang dulunya ditembakkan kini diganti dengan cara diserudukkan dengan taktik mount of charge yang terkenal. Knights akan duduk dengan punggung terebahkan ke badan kudanya. Senjatanya berada di sisi samping tubuhnya dan diarahkan ke atas. Dengan bersandar pada badan kuda, maka tombak ini akan siap diserudukkan dengan kuat karena tenaga knights akan terbantu dengan hentakan badannya pada badan kuda. Mount of charge ini berhasil memukul mundur jauh para tentara muslim.

Salahudeen menyadari bahwa kecepatan gerak pasukannyalah yang harus ditingkatkan. Gelombang serangan harus dibentuk dengan cepat sehingga tentara salib tak sempat merusak konsentrasi gelombang serangan. Keunggulan daya tahan tubuh dan kelincahan tentara muslim di gurun pasir banyak memberi keuntungan dibanding kondisi pasukan salib yang berbaju perang tebal dan berat. Salahudeen dengan disiplin melatih pasukannya. Dengan berdasar pada arti jihad itu sendiri, yaitu perjuangan sepenuh tenaga di jalan Allah, Salahudeen menggembleng pasukannya.

Salahudeen menyadari bahwa tanpa persiapan dan taktik yang jitu, muslim tak akan bisa menang. Berdasar pada surat Al Anfal ayat 60 yang berbunyi "Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang2 selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah Mengetahuinya"*1. Juga berdasar pada ayat dalam surat At Taubah ayat 16 "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang2 yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman setia selain Allah, RasulNya dan orang2 yang beriman. Allah Maha Teliti atas apa yang kamu kerjakan". Salahudeen berkonsentrasi menyiapkan pasukannya. Disertai keikhlasannya untuk bersunggung2 berjihad di jalan Allah.

Seorang pujangga, Al Mutanabi membuat syair untuk menggambarkan Salahudeen :

Hardship always come to those who have the ability to endure them
Just as the good quality are to be found in the honoured people
A minor thing may seen great in the eyes of a minor person
Just as a great thing seems minor in the eyes of a great person

Salahudeen, seorang raja yang penuh kasih sayang di hatinya namun tegas, berani dan cerdas dalam mengambil keputusan2nya. Subhanallah...

7. Apakah semua Nasrani benar2 ingin menghancurkan muslim?

Jawabnya tidak. Pengen tahu selanjutnya? Ditunggu yaa...capek ngetik masihan *ppffiuuhh...*

Melbourne, 27 Sept 2009
Salam

*1. Kelanjutan dari ayat ini menurut saya menunjukkan indahnya Islam. Ayat 61 surat Al Anfal berbunyi "Tetapi jika mereka condong pada perdamaian, maka terimalah dan bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui". Saya masih sangat percaya, Islam agama damai...


gambaran kuda para tentara Salib. photo taken from http://static.mmo-champion.com/mmoc/images/news/2009/july/mount_10072_3.jpg
gambaran kuda para tentara Salib. photo taken from http://static.mmo-champion.com/mmoc/images/news/2009/july/mount_10072_3.jpg
Oleh : Zubaidah Ningsih AS

Masuk ke pertanyaan ketiga :

3. Bagaimana tentara salib dengan mudah melewati dan menaklukkan kerajaan2 Islam dalam perjalanannya menuju Jerusalem?

Tentara Salib (juga disebut The Frank) bergerak dari daratan Eropa Barat menuju Jerusalem. Dalam perjalanannya mereka melewati beberapa kerajaan Islam mulai dari Antioch, Edessa, Aleppo, Ma'arra, Tripoli, dan akhirnya menuju Jerusalem. Mengapa kerajaan2 Islam ini bisa dilewati? Jawabannya bukan karena mereka tidak menyadari kedatangan tentara salib, tetapi karena kerajaan2 muslim itu lemah. Di bawah pimpinan raja2 yang lemah baik tauhid, personality maupun leadershipnya, maka dengan mudah kerajaan2 ini terkalahkan. Juga perpecahan di kalangan umat muslim menyebabkan lemahnya kekuatan mereka.

Pada masa sebelum perang salib, umat Islam adalah umat dengan peradaban yang maju baik di bidang sains dan kemasyarakatan. Tetapi secara politik mereka terpecah belah. Muslim di Sisilia dan Andalusia juga mengalami hal yang sama, mereka terpecah belah sehingga mudah dikuasai musuh. Pusat kekhalifahan saat terjadinya perang salib adalah di Baghdad di bawah Khalifah Abbasiyah. Namun khalifah yang dillindungi kaum Syiah ini lemah sehingga kekuasaannya tak lebih dari sekedar kekuasaan di dalam istananya sendiri.

Di luar pusat kekhalifahan di Baghdad, muslim terbagi menjadi 3 kelompok besar,Fatimide, Seljuk dan Habsyisyi (atau juga dikenal sebagai Assassin). Selain itu Damascus dan Byzantine juga merupakan pusat perang antar saudara. Sementara antar kelompok Seljuk sendiri juga terjadi perang saudara.

Salah satu raja besar kelompok Seljuk adalah Kilij Arslan. Saat tentara salib mulai bergerak menuju daerah Seljuk, sang raja ini tengah sibuk berperang saudara dengan Danishmend. Juga terjadi peperangan melawan Byzantine. Kedatangan tentara salib dianggap remeh oleh Kilij Arslan, apalagi dari mata2nya dia mendapat kabar bahwa tentara salib hanya terdiri dari para petani yang tak trampil berperang. Mereka bahkan tidak bisa mengenali muslim sebagai musuh mereka. Dengan mudah Kilij Arslan menggempur mundur pasukan salib ini dan kembali berkonsentrasi berperang melawan Danismend.

Tak dinyana ternyata pada tahun 1097 pasukan salib kedua yang sekarang berisi knights berhasil menyerang kerajaan Kilij. Ibukota kerajaan ini, Nesia dengan mudah diduduki oleh tentara salib. Kilij akhirnya panik dan kebingungan mendapati ibukotanya kini telah dikuasai musuh. Jika dia kembali ke ibukota maka dia akan kehilangan wilayah perang yang sedang diperebutkannya dengan Danishmend. Kilij akhirnya memutuskan merebut kembali ibukotanya. Malang tak dapat ditolak, Kilij gagal merebut ibukotanya. Muslim Byzantine yang awalnya bersekutu dengan tentara salib akhirnya berbalik menolong Kilij. Begitu juga dengan Danishmend, mereka memutuskan bersatu dengan Kilij melaksanakan jihad melawan tentara salib. Tentara salib yang berhasil menguasai Nesia akhirnya terus bergerak maju. Selanjutnya mereka berhasil mengalahkan Dorylaeum.

Setelah berhasil menguasai Nesia, tentara salib terus merangsek menuju Antioch yang saat itu beraja Syams al Dawla. Antioch sendiri adalah kota yang dibangun oleh insinyur2 mumpuni dimana pertahanan kerajaan ini kuat. Dengan dikelilingi sungai dan tembok tebal setinggi 10 meter, maka sulit bagi musuh menyerang kota ini. Syams al Dawla merasa perlu meminta bantuan dari raja2 muslim lain. Maka dia mulai mendekati dua raja bersaudara Ridwan (raja Aleppo) dan Duqaq (raja Damascus). Ridwan dan Duqaq sendiri adalah dua saudara yang tidak sejalan. Duqaq takut kepada Ridwan yang bengis. Kedua raja ini sebenarnya setuju membantu Syams al Dawla, tetapi keduanya gagal. Duqaq yang dalam perjalanannya bertemu komandan pasukan salib yang tengah kelaparan merasa kasihan sehingga memutuskan membatalkan serangan. Sementara pasukan Aleppo di bawah pimpinan Ridwan salah taktik dimana akhirnya mereka malah terjebak di posisi yang kurang menguntungkan dan akhirnya kalah.

Syams al Dawla akhirnya menunggu bantuan ketiga dari Kerbugha, seorang raja dari Iraq. Kedatangan Kerbugha ternyata lebih lambat dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan tentara Kerbugha memutuskan menyerang Edessa terlebih dahulu sebelum menuju Antioch (untuk jelasnya bisa dilihat di peta). Edessa saat itu telah dikuasai pasukan Salib juga. Jika Kerbugha menuju Antioch maka akan ada saat dimana pasukannya akan terjepit diantara Antioch dan Edessa. Untuk menghindari kesulitan ini, maka Kerbugha memutuskan melemahkan tentara salib di Edessa sebelum menyerang tentara salib di Antioch.

Kerbugha akhirnya sampai di Antioch. Syams al Dawla merasa kecewa karena keterlambatan kedatangan Kerbugha. Ditambah hasutan Duqaq yang menyatakan bahwa ada kemungkinan Kerbugha ingin menguasai Antioch sendiri, maka Syams al Dawla bersama Duqaq memutuskan meninggalkan Antioch dan Kerbugha yang akhirnya kalah melawan tentara salib. Fatimide di Egypt mendengar bahwa pasukan salib telah berhasil mengalahkan tentara Turki. Hal ini malah membuat Fatimide bersemangat untuk menguasai sendiri Jerusalem.

Pasukan salib semakin kuat dan muslim semakin lemah. Di kota Ma'ara pasukan salib membunuh bahkan sampai memasak dan memakan tubuh kaum muslim. Selain Ma'ara, tentara salib menyerang kota Hisn al Akrad, sebuah kota petani dimana para petani memilih melarikan diri dibanding melawan tentara salib. Dengan memanfaatkan kambing2 mereka, para petani mengecoh tentara salib dengan melepas kambing2 tersebut. Karena lapar maka tentara salib sibuk mengejar kambing tersebut dan lengah membiarkan petani2 muslim itu melarikan diri.

Memasuki Damascus tentara salib bahkan disambut dengan baik oleh masyarakat di sini. Muslim Damascus tidak mengadakan perlawanan. Dengan demikian makin mudahlah tentara salib menyerang Jerusalem.

4. Mengapa tidak ada bantuan untuk kaum Muslim di Jerusalem saat tentara perang salib menyerang kota ini yang saat itu dikuasai muslim?

Kondisi di luar Jerusalem yang sudah kalah dan bahkan memberi jalan ke tentara salib untuk masuk ke Jerusalem menyebabkan lemahnya bantuan untuk Jerusalem. Ridwan sang raja Aleppo bahkan mengijinkan dipasangnya salib di masjid2. Duqaq malah menyerahkan hartanya untuk membantu tentara salib. Beberapa ulama mencoba melawan tentara salib dan mengambil salib2 di masjid. Di antara mereka adalah Al Hassan Al Harawi, Al Sulaymi dan Ibn Khassab. Namun ulama2 ini tak terbantu bahkan dibunuh oleh kelompok Habsyisyi.

Pada tahun 1099 setelah 3,5 tahun ceramah Pope Urban, tentara salib berhasil masuk Jerusalem. Menurut saksi mata hari pendudukan Jerusalem, tentara salib membunuh semua muslim dan yahudi di Jerusalem, baik anak2 maupun wanita. Darah bahkan menggenang sampai di lutut tentara salib.

Islam kalah telak. Kalah oleh komitmen dan usaha tanpa henti pasukan salib

PS : Ini taktik perangnya,

Dalam perang salib ini, kedua pasukan saling mempelajari taktik masing2. Pasukan salib (disebut juga The Frank) berperang dengan gaya perang klasik layaknya catur dimana lini pertama adalah pemanah, kemudian infanteri dan selanjutnya kavaleri. Cara mereka berperang adalah dengan saling menunggu dan bertahan dari serangan musuh terutama saat mereka mengadu lini pertama mereka, yaitu pemanah. Jika pasukan pemanah telah selesai maka pasukan di belakangnya mulai menyerang maju. Di sini para knights mulai berperang memukul mundur musuh. Karena gaya berperang ini, maka pasukan salib terkenal akan baju perangnya yang tebal dan membuat mereka kurang lincah. Namun mereka kuat dalam mempertahankan diri.*1

Sedangkan pasukan Islam (dikenal juga sebagai Mameluke) adalah pasukan perang gurun dengan gaya berperang yang lincah. Pedang mereka tajam disertai skill pasukan yang mampu menebas musuh dengan presisi kuat. Pasukan Islam adalah pemanah2 ulung yang mampu memanah sambil berkuda. Taktik perang muslim bukan dengan menunggu layaknya catur, tetapi mereka menyerang dalam bentuk gelombang yang datang bertubi-tubi menyerang pasukan salib. Kefrustasian pasukan Islam adalah saat memahami bahwa taktik Razzia (gelombang) mereka gagal memukul mundur pasukan musuh yang berbaju besi tebal.*2

(to be continued...THE FIGHT BACK)

Melbourne, 27 September 2009
Salam

*1. Gaya berperang klasik ini bisa diamati di dalam beberapa adegan film Brave Heart yang dibintangi Mel Gibson

*2. Kelincahan pasukan perang muslim bisa dilihat di scene film 13th Warrior dimana Antonio Banderas menunjukkan kelincahan kuda Arab dan penunggangnya.Semoga jelas petanya. Peta ini didapatkan dari acara dongeng perang Salib oleh Islamic Legacy :p
Semoga jelas petanya. Peta ini didapatkan dari acara dongeng perang Salib oleh Islamic Legacy :p
Oleh : Zubaidah Ningsih AS
 
Yuhuuu teman-teman, ini saya share dongeng modern rekan2 Islamic Legacy di Melbourne tentang Perang Salib. Bagian kedua masih akan ditayangkan malam ini, jadi ini yang bagian satu dulu. Ini pun belum lengkap karena masih panjaaaang ceritanya. Semoga gak bosan membaca :p.

Pesan moral yang bisa saya tangkap sejauh ini, tak ada satu pun agama yang menghendaki peperangan. Kegagalan manusia mengikuti fitrahnya yang menghembuskan kebaikan hatilah yang menyebabkan peperangan.

Islamic Legacy sendiri adalah sebuah lembaga non profit yang bertujuan menggali sejarah Islam terutama gap antara sejarah perkembangan setelah Nabi wafat sampai sekarang. Mengapa dipilih periode ini? Karena jika kita mengacu ke Shirah Nabawiyah, maka sumber untuk kajian ini sudah lumayan banyak. Sedangkan masa-masa setelah Nabi wafat belum banyak digali.

Selain itu, di jaman Nabi masih hidup permasalahan umat bisa dengan baik diselesaikan dimana Nabi menjadi hakim segala masalah sehingga jelas clear cut antar berbagai masalah. Masa-masa sesudah Nabi lah yang menjadi ujian yang sebenarnya untuk umat Nabi Muhammad. Teringat sabda Nabi di Haji Wada dimana beliau berkata “Aku ingin melihat umatku”. Para sahabat berkata “Bukankah kami ini umatmu Ya Nabi?”. “Kalian adalah sahabatku, dan saudara kita yang belum tiba di dunia itulah umatku”. Sahabat bertanya “Bagaimana Nabi bisa mengenali umat yang bahkan belum dilahirkan?”. Nabi berkata “Mereka akan datang dengan wajah, tangan dan kaki yang bersih karena wudhunya, dan aku akan menunggu mereka. Beberapa orang akan menjauh dari tempatku selayaknya onta yang salah arah. Aku memanggil mereka datanglah..datanglah kepadaku. Namun akan dikatakan padaku, orang2 itu adalah orang2 yang menjauh dari petunjukmu. Dan aku akan berkata pergilah..pergilah”*1

Subhanallah…semoga kita termasuk orang2 yang selalu berusaha mendekat kepada Nabi sehingga menjadi umatnya. Dan bukan termasuk orang2 yang terjauhkan dari ajaran2 Nabi. Amiiin..

Ok, back to the Crusade, perang Salib. Teman2 Islamic Legacy mencoba mengumpulkan bukti2 sejarah untuk menjawab pertanyaan2 seputar perang Salib. Pertanyaan mereka antara lain :

1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?
2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?
3. Bagaimana tentara salib dengan mudah melewati dan menaklukkan kerajaan2 Islam dalam perjalanannya menuju Jerusalem?
4. Mengapa tidak ada bantuan untuk kaum Muslim di Jerusalem saat tentara perang salib menyerang kota ini yang saat itu dikuasai muslim?


1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?

Ok, mengapa Jerusalem sangat penting dan menjadi ajang perebutan? (red : beberapa orang berkata perang salib sampai sekarang belum selesai dengan masih bergejolaknya pertikaian di Palestina).

Jawabannya adalah karena Jerusalem adalah tempat yang suci untuk semua agama Ibrahim, Yahudi, Nasrani dan Muslim.

Untuk kamu Yahudi di tanah ini dibangun sebuah Temple of Mount oleh Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud dimana tempat ini menjadi tempat menaruh persembahan bagi umat Yahudi. Temple ini sudah runtuh, namun masih ada sisa dindingnya yang disebut Wailing Wall dimana kaum Yahudi melaksanakan ritual doanya. Juga bahwa sesuai kepercayaan umat Yahudi, Allah telah menjanjikan tanah Jerusalem ini untuk kaum Yahudi. Itulah mengapa umat Yahudi menjunjung tinggi tanah Jerusalem.

Untuk kaum Nasrani, Jerusalem adalah tempat lahir dan meninggalnya Yesus. Di tanah ini dibangun Church of Holy Sepulcher sebagai pertanda tempat lahir Yesus. Di sinilah letak bersejarah Jerusalem untuk kaum Nasrani.

Untuk kaum Muslim, Jerusalem adalah kiblat pertama sebelum adanya Ka’bah. Juga bahwa di kota ini terdapat Masjidil Aqsa, masjid pertama yang dikunjungi Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’, salah satu tahap dalam malam suci Isra’ Mi’raj. Masjidil Aqsa adalah salah satu dari 3 tempat yang diberkahi Allah selain Masjid Nabawi (di Madinah) dan Ka’bah (di Mekkah). Pahala untuk orang yang sholat di tiga masjid ini adalah 500 kali, 1000 kali dan 100.000 kali orang yang sholat di tempat lain.

Kota Jerusalem sebelum dikuasai oleh muslim pada 638 Masehi (18 H) dikuasai oleh Romawi. Di bawah kuasa Romawi masyarakat yang dulunya pagan berubah kepercayaannya menjadi Nasrani dimana akhirnya Church of Holy Sepulcher dibangun (pada 16 H). Khalid bin Walid, salah satu panglima besar Islam berhasil menguasai kota Jerusalem dan merebutnya dari Romawi. Umar bin Khattab yang saat itu menjadi khalifah Islam memasuki kota Jerusalem setelah diberi kuncinya oleh Khalid bin Walid. Dia bertanya kepada umat Nasrani disana, dimanakah Masjid Al Aqsa. Saat itu para pendeta menunjukkan Church of Holy Sepulcher, namun Umar memahami itu bukanlah masjid Al Aqsa dan Umar menolak sholat di gereja. Selanjutnya Umar sholat di luar gereja itu. Di tempat itu selanjutnya dibangun masjid Umar bin Khattab.

Dalam hari pertama pendudukan Jerusalem atas Romawi ini, Umar meminta Bilal bin Rabah (muadzin kesayangan Nabi) untuk mengumandangkan adzan. Bilal yang setelah wafatnya Nabi tidak bersedia mengumandangkan adzan akhirnya bersedia beradzan. Selanjutnya Umar bin Khattab memimpin sholat dengan membaca surat As Shad*2 dan Al Isra’*3.

Selanjutnya Umar bin Khattab menandatangani Treaty Al Quds (red : Al Quds adalah nama lain untuk Jerusalem) dimana dalam perjanjian ini disebutkan Umar akan menjadi Amir (Khalifah) di Jerusalem namun tidak akan memaksa umat Yahudi dan Nasrani untuk mengubah kepercayaan mereka dan mereka boleh hidup dengan damai di Jerusalem*4.

Setelah lebih dari 400 tahun hidup berdampingan di Jerusalem, umat Nasrani dari daratan Eropa Barat menyerang Jerusalem. Tepatnya pada 1099 Masehi atau 493 H pasukan Salib membunuh 70.000 lelaki, wanita dan anak2 di Jerusalem.

2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?

Masuk ke pertanyaan kedua, mengapa setelah 400 tahun lebih hidup dengan damai umat Nasrani di luar Jerusalem menyerang muslim dan yahudi di Jerusalem? Jika ditilik ke daerah Eropa Barat pada 8 tahun sebelum penyerangan mereka ke Jerusalem, ada periode yang dinamakan Dark Ages di sana. Pada saat itu itu masyarakat Eropa sangat menderita, khususnya di golongan petani dimana mereka menjadi kalangan pekerja di bawah para tuan tanah (lord and baron). Para tuan tanah ini hidup berkecukupan dengan menindas para petani dimana mereka memanfaatkan kalangan kelas antara petani dan tuan tanah, yaitu knights. Knights, ini bekerja untuk tuan tanah selayaknya mereka adalah para prajurit mereka dimana sang tuan tanah akan menjamin keselamatan dan kehidupan knights. Di atas mereka semua ada seorang Raja yang sangat dihormati.

Kondisi masyarakat yang sangat menyedihkan di kalangan petani (80% bayi meninggal, dan hanya sedikit yang bisa hidup melampaui umur 40 tahun) ditambah langkanya makanan dan banyaknya kekerasan oleh para knight, menjadikan gereja satu2nya tempat petani menaruh harapan. Dengan terus beribadah di gereja dan memuja para saint dan pendeta, para petani berharap bisa mendapat penghidupan yang lebih baik. Jikalau tidak lebih baik di dunia, mereka bisa mendapat kebahagiaan di akhirat. Sementara knights sendiri terkadang menderita tekanan batin dimana mereka harus memperlakukan kasar atau bahkan membunuh para saudara Nasrani mereka. Akhirnya gereja juga menjadi tempat bagi mereka mencari suaka jiwa. Demikian pula dengan para tuan tanah yang kerap meminta ampunan melewati para pendeta.

Gereja akhirnya menjadi tempat yang sangat berpengaruh. Dapatnya seorang pendeta menghapus dosa para jamaahnya menjadikan gereja tempat yang sangat disucikan. Suatu aib besar jika seseorang sampai dikeluarkan dari gereja. Sementara itu gereja banyak mengalami konflik internal misalnya peraturan pernikahan pendeta dimana sebagian pihak menyetujui sebagian lain menentang. Ada perselisihan prinsip antara western dan eastern church plus konflik tentang pemilihan Paus.

Hingga suatu hari di tahun 1095, seorang Paus bernama Urban (selanjutnya kita sebut Pope Urban) memberikan ceramah di depan ribuan umat Nasrani. Dia menghimbau agar umat Nasrani berperang melawan umat muslim di Jerusalem. Dalam ceramahnya Pope Urban mengutuk muslim yang telah memperlakukan umat Nasrani dengan brutal. Akhirnya dengan didorong oleh semangat religinya, umat Nasrani Eropa Barat mulai tergerak mempersiapkan Perang Salib, perang melawan umat Islam.

Jika dianalisa lebih lanjut, sebenarnya isu agama hanyalah pemantik awal yang ditunggangi berbagai kepentingan non agama. Petani tentunya ingin merambah ke daerah lain yang menjanjikan kesejahtaraan lebih dimana mereka telah muak dengan penindasan para tuan tanah. Knights yang terbiasa berperang merasa peperangan bisa menjadi ajang yang sebenarnya dalam mengasah skill perang mereka. Apalagi saat ini mereka berperang melawan musuh yang sebenarnya, bukan sesama kamu Nasrani. Tuan tanah tentunya mengincar tanah2 baru yang ingin mereka kuasai. Sementara para pendeta akan mendapatkan kekuasaan lebih saat mampu menggerakkan massa berperang melawan non Nasrani sehingga kekuatan gereja akan terus bertambah. Di samping itu para pendeta terus menghembuskan bahwa dengan berperang, dosa2 para pengikut perang akan diampuni. Semboyan Pope Urban “God willst it” mengandung pesan bahwa Tuhan menghendaki perang ini demi penghapusan dosa2 manusia.

(to be continued...)

Melbourne, 26 Sept 2009
Salam


*1 Hadist ini diambil dari Book of Purification by Muslim, Book 2, hadith no 482
Abu Huraira reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him) came to the graveyard and said: Peace be upon you! the abode of the believing people and we, if God so wills, are about to join you. I love to see my brothers. They (the hearers) said: Arn't we your brothers-Messenger of Allah? He said: You are my companions, and our brothers are those who have, so far, not come into the world. They said: Messenger of Allah, how would you recognise those persons of your Ummah who have not yet been born? He said: Supposing a man had horses with white blazes on fore- heads and legs among horses which were all black, tell me, would he not recognise his own horses? They said: Certainly. Messenger of Allah. He said: They would come with white faces and arms and legs owing to ablution, and I would arrive at the Cistern before them. Some people would be driven away from my Cistern as the stray camel is driven away. I would call out. Come. come. Then it would be said (to me): These people changed themselves after you, and I would say: Be off, be off.

*2 As Shad, surat ke 38, 88 ayat yang diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

*3 Al Isra, surat ke 17, 111 ayat, diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang perjalanan Isra' Mi'raj Nabi

*4 Info lebih tentang Treaty al Quds bisa dibaca di http://www.muslimwiki.com/mw/index.php/Umari_Treaty#_note-0

*5 Jika anda ingin mengetahui lebih tentang perang salib dari versi lain, silakan klik http://en.wikipedia.org/wiki/First_Crusade

*6 sebagian ceramah Pope Urban bisa anda baca di http://gbgm-umc.org/umw/bible/crusades.stmwailing wall di jerusalem, tempat kaum Yahudi beribadah. Photo taken from http://atheism.about.com/library/FAQs/christian/blxtn_jerusalem-wailing02.htm
wailing wall di jerusalem, tempat kaum Yahudi beribadah. Photo taken from http://atheism.about.com/library/FAQs/christian/blxtn_jerusalem-wailing02.htm