Tuesday, April 22, 2014

Oleh : Zubaidah Ningsih AS

Olla semua...ini oleh2 konferensi tahunan Islam Australia yang dilaksanakan weekend kemaren. Tentang "Family Matters", tentang membangun keluarga Islami. Sebenarnya mungkin kita sudah banyak mendengar ilmu2 tentang berkeluarga, tetapi konferensi kemaren banyak memberikan risalah2 di kehidupan Nabi dan sahabat yang indah dan bagus untuk teladan. Seperti kata Syeikh Alaa dari Kanada, kita semua sebenarnya sudah paham akan nilai2 yang benar, tapi karena manusia banyak lupa (itulah kenapa disebut insan = yang sering lupa) maka konferensi kemaren menurut saya adalah reminder yang sangat bagus untuk kita. Plus bahwa banyak kegiatan untuk para ABG2 muslim tentang bagaimana menjaga identitas mereka sebagai muslim tanpa harus mengurangi keterlibatan mereka dengan kehidupan bermasyarakat di Melbourne yang multikultural. Awesome...bagus2 workshopnya. Saya sampe harus mengaku berumur di bawah 25 tahun agar bisa tetep ikutan workshopnya :p.

Untuk mudahnya, akan saya bagi note ini menjadi beberapa bagian sehingga mudah dicerna. Yang pertama tentang masa pra-nikah, kedua masa saat sudah menikah. Untuk bagian kedua akan saya bagi lagi menjadi tiga bagian, tentang hubungan suami-istri itu sendiri, tentang cara mendidik anak dan tentang perkembangan anak (khususnya remaja) itu sendiri.

Ok, masuk ke bagian pertama, masa pra-nikah.

Tak banyak dibahas sebenarnya tentang masa2 pra nikah di konferensi tahun ini karena sudah banyak di bahas di konferensi tahun lalu. Tapi tak apa saya share juga hasil tahun kemaren sehingga lebih lengkap bahasannya.

Sebelum menikah, tentu saja para pemuda pemudi diajarkan untuk "memilih" pasangan hidupnya. Nah, proses memilihnya tidak akan banyak saya bahas, saya akan tekankan bagaimana jika sudah memilih dan memutuskan akan menikah. Yang paling penting untuk dilakukan adalah :

1. Komunikasikan dengan calon suami atau istri apa visi-misi berumah tangga. Misalnya apakah anda berdua ingin membentuk keluarga yang Islami? (inipun bisa diperjelas lagi Islam yang seperti apa? model Islam dengan basis budaya Arab, Islam berbasis budaya setempat, Islam moderat, Islam fundamental atau yang lainnya). Atau mungkin anda ingin keluarga yang sekuler? ini pun juga bisa dikomunikasikan dulu mengingat visi-misi ini yang akan menentukan arah kapal anda berdua.

2. Komunikasikan apa prioritas dari keluarga anda nanti. Misal sudah bervisi-misi menjadi keluarga Islami, lalu anda sekarang perlu menata prioritas mana yang akan didahulukan. Apakah pendidikan? harta? atau keterlibatan dalam kegiatan dakwah? Silakan dirancang strategi berumah tangganya.

3. Persiapkan kesiapan emosi untuk berumah tangga. Banyak sebenarnya pasangan muda yang terlalu terbuai dengan harapan dan impian tentang indahnya menikah sehingga lupa akan kemungkinan buruk yang akan dialami dalam pernikahan. Seolah2 menikah adalah puncak kebahagiaan (lha iyalah...orang udah njomblo lama gini :p curcol curcol..:p). Banyak yang lupa bahwa menikah adalah awal ujian, awal perjuangan. Menyatukan dua kepala yang berbeda tentunya jauh lebih susah dibanding ketika hanya berkepala satu. Oleh karenanya, masa ta'aruf atau pacaran atau apalah istilahnya, adalah masa mengenali potensi2 kebahagiaan plus potensi ketidakbahagiaan. Dari sini, maka pasangan akan benar2 siap menikmati petualangan suka duka menikah. Saat sebelum menikah, maka bisa anda memutuskan untuk tidak melanjutkan jika memang ada ketidakcocokan. Tapi saat sudah menikah janganlah ketidakcocokan menjadi alasan bercerai, sebab sepatutnyalah anda berdua sudah saling memahami potensi ketidakcocokan ini. Jadi, pernikahan bukan hanya untuk menemukan ketidakcocokan tapi juga untuk berusaha mengharmoniskan ketidakcocokan.

4. Carilah kesamaan di antara pasangan dan berbahagialah dengan perbedaan di antara pasangan. Layaknya mengenali komputer, tentu awal2 memegang komputer kita takut melakukan kesalahan sehingga tak terbiasa menggunakannya. Namun seiring dengan waktu, kita bisa melihat kebaikan dan kegunaan komputer. Dan akhirnya kita bahkan tak bisa hidup tanpa komputer. Jika analogi ini diterapkan kepada pasangan kita, maka bersabarlah untuk saling mengenal dengan mendahulukan persamaan2 dan tidak memandang negatif perbedaan2 sehingga bisa awet sampe tuwo koyok mimi lan mintuno :D

5. Perbaikilah diri baik dari segi agama, ekonomi dan yang lainnya. Jika anda berdua menginginkan keluarga yang harmonis, maka mulailah dengan membaguskan diri sendiri. Misal kita ingin anak kita lengkap sholatnya, maka biasakanlah diri kita sendiri untuk sholat dengan lengkap. Kita ingin anak kita rajin belajar, maka biasakanlah kita rajin belajar. Kita ingin anak kita rajin membaca Quran, maka tanyakanlah seberapa sering kita membaca Quran (benere ini pertanyaan untuk saya sendiri juga hehehe...). Kebiasaan orang tua sebelum menikah sedikit banyak akan dibawa dalam kehidupan pernikahannya. Jadi, mumpung belum menikah perbaiki diri sebaik-baiknya demi investasi jangka panjang kita, yaitu anak sholeh.

children do as they see, not as they are told, anak2 melakukan seperti yang mereka lihat, bukan seperti yang dikatakan kepada mereka

how you behave with your children is how they will behave with you. what you are not getting from them, they are not getting from you, bagaimana anak memperlakukanmu adalah sebagaimana engkau memperlakukan mereka. apa2 yang tak kaudapatkan dari mereka, adalah apa-apa yang tak kauberikan kepada mereka.

Beberapa contoh risalah bagaimana mempersiapkan keluarga Islami yang menghasilkan anak2 kebanggaan agama adalah sebagai berikut :

Umar bin Khattab saat itu adalah khalifah pengganti Abu Bakar. Meneladani sikap Abu Bakar sebagai pemimpin yang sangat bertanggung jawab, maka Umar sering berjalan2 sendiri menyamar untuk melihat kehidupan rakyatnya. Suatu hari Umar melewati sebuah rumah. Didengarnya dua orang perempuan bercakap-cakap. Terdengar seorang ibu berkata pada anak gadisnya "campurlah susu itu dengan air, sehingga kita bisa menjual lebih banyak susu dan mendapat lebih banyak uang". Gadis itu berkata "jangan ibu, nanti khalifah Umar yang terkenal tegas akan menghukum kita jika kita ketahuan berbohong". Sang ibu berkata, "ah, tak apa, toh Umar tidak melihat". Lalu si gadis berkata, "tapi Allah tetap melihat kita walaupun Umar tidak melihat kita". Mendengar kata2 anaknya, si ibu akhirnya mengurungkan niatnya.

Umar mendengar hal itu akhirnya menandai pintu rumah tersebut. Dia lalu pulang dan menanyakan kepada beberapa anak lelakinya siapa yang ingin menikah. Satu putranya kemudian bilang dia ingin menikah. Umar keesokan harinya mendatangi rumah si ibu dan anak gadisnya tersebut. Dia lalu melamar gadis tersebut dan menikahkannya dengan salah satu putranya. Dari pasangan ini lahirlah Umar bin Abdul Aziz, cucu Umar bin Khattab yang terkenal sebagai raja bijak dimana kesejahteraan rakyatnya mencapai titik tertinggi.

Risalah kedua adalah tentang Mubarrak, seorang budak yang bekerja di kebun anggur. Suatu kali tuannya berkata kepada Mubarrak untuk mengambilkannya anggur yang matang. Mubarak mencarikan anggur dan memberikannya kepada tuannya. Tapi sang tuan kecewa karena anggur yang dibawakan Mubarak adalah anggur yang asam. Dia berkata "bawakan aku anggur yang matang, yang manis". Kembali Mubarak mencarikan anggur tersebut. Lagi2 yang dibawa adalah anggur yang asam. "Aku bilang yang matang, yang manis". Sekali lagi Mubarrak mencarikan anggur. Namun kembali tuannya kecewa "Mubarrak, aku minta anggur yang manis. Tak taukah kau anggur yang manis?". Mubarrak berkata "tidak ya tuanku, aku tak pernah memakan satu pun anggurmu karena aku memegang amanahmu. Jadi aku tak tau mana anggur yang manis". Mendengar hal itu sang tuan merasa senang. Dia lalu memerdekakan Mubarrak dan menikahkannya dengan anak gadisnya. Dari pernikahan ini lahir Abdullah bin Mubarrak, seorang sahabat kebanggaan Islam.

Dan yang paling krusial yang dikatakan oleh syeikhnya adalah, JANGAN MEMPERSULIT DIRI UNTUK MENIKAH...wallahualam, ini silakan diinterpretasikan sendiri2 hehehe.....karena saya ya lom nikah je kek kek kek...

Ok, ini laporan pertama. Untuk laporan kedua tentang masa saat sudah menikah terutama tentang bagaimana menyelesaikan konflik suami istri akan saya laporkan di laporan selanjutnya.

Laporan selesai :)
Salam,

Melbourne, 8 April 2010

PS : blog ini reproduce saja, skrg di thn 2014 saya sudah menikah :D

0 comments :

Post a Comment