Salam pembaca!
Blog yang sedang Anda baca ini adalah buah dari pemikiran bersama. Sebagai pelajar di negeri orang, dan juga orang-tua dari anak-anak kami yang ikut menyertai bersekolah di negeri Kangguru, kami ingin agar diri kami tidak sekedar numpang tinggal.
Tentu saja diperlukan sosok-sosok yang mau melepas ego pribadi, dan memiliki kepedulian untuk berbagi. Tentang hal sekecil apapun yang kita ketahui. Bahkan tentang hal-hal yang menurut kita remeh atau jamak diketahui orang. Pada dasarnya tidak ada hal yang betul-betul baru. Yang membedakan adalah: Kita mau menuliskannya.
Bila Anda membaca semua artikel yang terpampang di blog ini, Anda akan bisa menangkap visi kami. Dalam perbincangan virtual yang nyaris tanpa henti, di sela-sela tugas kampus yang menumpuk dan kewajiban di rumah yang sama-sama menuntut perhatian, kami adalah perempuan yang ingin agar pendidikan di tanah air lebih bermakna, berkarakter, dan terlebih lagi, jauh lebih menyenangkan. Seperti yang dialami anak-anak kami di sini.
Di sini kami semakin sadar bahwa inti dari pendidikan yang bermakna adalah keakraban dengan buku. Bukankah perintah pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Kami merasakan sendiri betapa menyenangkannya menjadi bagian dari masyarakat yang amat sadar pentingnya literasi. Buku bacaan yang dibawa pulang anak-anak kami, yang mereka pinjam dari perpustakaan sekolah dan juga kota, sedikit banyak membentuk diri mereka yang kritis dan kreatif.
Tentunya kami ingin hal yang sama bisa ditularkan ke tanah air nanti. Kami semua sepakat bahwa sebuah gerakan bersama perlu dilakukan. Gagasan cemerlang bergulir, mulai dari taman baca sampai ke sains ramah keluarga. Itulah sebabnya kami butuh wadah untuk menampung semua gagasan dan pemikiran. Baik yang barangkali konseptual maupun yang berdasarkan kisah-kisah pribadi yang inspiratif.
Begitulah blog ini hadir. Pada Hari Kartini. 21 April. Mengapa tanggal ini dipilih? Kami tidak hendak berdebat tentang kontroversi Kartini. Yang ingin kami ingat adalah bahwa Kartini berbeda dari pahlawan wanita lain. Tulisan-tulisannyalah yang membawa gagasan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Bila beliau dikenang karena Habis Gelap Terbitlah Terang, kami juga ingin abadi lewat tulisan. Yang bukan sekedar curhatan, namun yang mampu menggerakkan. Menggugah semangat perubahan ke arah yang lebih baik.
Terima kasih buat semua sahabat yang turut andil dalam pembuatan blog ini. Buat yang melemparkan memulai wacana forum diskusi. Buat semua anggota PAisyah yang shalihah, cerdas, kritis, namun rela mendengarkan pendapat yang mungkin berbeda. Buat para kontributor yang sudi menyumbangkan tulisan dan foto-fotonya untuk mengawali blog ini. Buat pakar IT yang harus melek lewat tengah malam untuk menata tampilan blog. Mari kita jaga keberlangsungan blog ini bersama.
Bila menjadi modern itu adalah sebuah kerangka berpikir, dan bukan sekedar penampilan fisik, maka kami ingin menjadi Muslimah modern yang tidak hanya sekedar mengalir. Kritis dan peduli terhadap lingkungan di mana kita berada adalah salah satu jalan untuk membawa perubahan. Semoga Allah meridhoi. Amiin.
Melbourne, 21 April 2014
Admin
Blog yang sedang Anda baca ini adalah buah dari pemikiran bersama. Sebagai pelajar di negeri orang, dan juga orang-tua dari anak-anak kami yang ikut menyertai bersekolah di negeri Kangguru, kami ingin agar diri kami tidak sekedar numpang tinggal.
Tentu saja diperlukan sosok-sosok yang mau melepas ego pribadi, dan memiliki kepedulian untuk berbagi. Tentang hal sekecil apapun yang kita ketahui. Bahkan tentang hal-hal yang menurut kita remeh atau jamak diketahui orang. Pada dasarnya tidak ada hal yang betul-betul baru. Yang membedakan adalah: Kita mau menuliskannya.
Bila Anda membaca semua artikel yang terpampang di blog ini, Anda akan bisa menangkap visi kami. Dalam perbincangan virtual yang nyaris tanpa henti, di sela-sela tugas kampus yang menumpuk dan kewajiban di rumah yang sama-sama menuntut perhatian, kami adalah perempuan yang ingin agar pendidikan di tanah air lebih bermakna, berkarakter, dan terlebih lagi, jauh lebih menyenangkan. Seperti yang dialami anak-anak kami di sini.
Di sini kami semakin sadar bahwa inti dari pendidikan yang bermakna adalah keakraban dengan buku. Bukankah perintah pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Kami merasakan sendiri betapa menyenangkannya menjadi bagian dari masyarakat yang amat sadar pentingnya literasi. Buku bacaan yang dibawa pulang anak-anak kami, yang mereka pinjam dari perpustakaan sekolah dan juga kota, sedikit banyak membentuk diri mereka yang kritis dan kreatif.
Tentunya kami ingin hal yang sama bisa ditularkan ke tanah air nanti. Kami semua sepakat bahwa sebuah gerakan bersama perlu dilakukan. Gagasan cemerlang bergulir, mulai dari taman baca sampai ke sains ramah keluarga. Itulah sebabnya kami butuh wadah untuk menampung semua gagasan dan pemikiran. Baik yang barangkali konseptual maupun yang berdasarkan kisah-kisah pribadi yang inspiratif.
Begitulah blog ini hadir. Pada Hari Kartini. 21 April. Mengapa tanggal ini dipilih? Kami tidak hendak berdebat tentang kontroversi Kartini. Yang ingin kami ingat adalah bahwa Kartini berbeda dari pahlawan wanita lain. Tulisan-tulisannyalah yang membawa gagasan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Bila beliau dikenang karena Habis Gelap Terbitlah Terang, kami juga ingin abadi lewat tulisan. Yang bukan sekedar curhatan, namun yang mampu menggerakkan. Menggugah semangat perubahan ke arah yang lebih baik.
Terima kasih buat semua sahabat yang turut andil dalam pembuatan blog ini. Buat yang melemparkan memulai wacana forum diskusi. Buat semua anggota PAisyah yang shalihah, cerdas, kritis, namun rela mendengarkan pendapat yang mungkin berbeda. Buat para kontributor yang sudi menyumbangkan tulisan dan foto-fotonya untuk mengawali blog ini. Buat pakar IT yang harus melek lewat tengah malam untuk menata tampilan blog. Mari kita jaga keberlangsungan blog ini bersama.
Bila menjadi modern itu adalah sebuah kerangka berpikir, dan bukan sekedar penampilan fisik, maka kami ingin menjadi Muslimah modern yang tidak hanya sekedar mengalir. Kritis dan peduli terhadap lingkungan di mana kita berada adalah salah satu jalan untuk membawa perubahan. Semoga Allah meridhoi. Amiin.
Melbourne, 21 April 2014
Admin
RSS Feed
Twitter
Monday, April 21, 2014
Unknown
0 comments :
Post a Comment