oleh : Zubaidah Ningsih AS
Menjelang Ramadhan tahun 2013, TPA Brunswick tempat saya mengajar ditawari untuk mengisi acara menyambut Ramadhan, Ramadhan Family Day di Konjen Melbourne.
Karena murid2 saya amatlah mungil dimana umurnya berkisar antara 3-5 tahun, maka sulit sekali mempersiapkan mereka untuk tampil dengan teratur dan terarah. Maka saya kepikiran untuk “mendandani” mereka supaya kalopun tampil chaos di panggung tapi masih bisa menarik perhatian penonton. Jadilah saya beride membuatkan kostum2 makanan yang meriah untuk mereka. Beberapa hari kami sibuk berlatih menyesuaikan gerak anak2 dengan lagu serta merancang kostum.
Kami, para guru TPA, akhirnya sibuk membuat kostum makanan dari kardus yang ditempel kertas warna-warni.
Kami memilih lagu Pizza in His Pocket sebagai background lagu yang mengiringi anak2 tampil. Lagu ini kami pilih karena musiknya yang rancak sekaligus isi lagu yang bagus. Pizza in His Pocket menceritakan anak lelaki kecil yang rakus memakan semua makanan sampai perutnya sakit. Namun di penghujung lagu dia insyaf dan bahkan mau berbagi makanan dengan temannya yang kekurangan.
Ini link lagunya http://www.youtube.com/watch?v=GgvLVmYpd4U
The moral of the story is, murid2 kami memang belum semua bisa berpuasa Ramadhan. Mereka masih berlatih berpuasa. Oleh karenanya walaupun belum bisa sepenuhnya berpuasa, namun anak2 sudah belajar bagaimana etika makan yang baik sekaligus berbagi makanan dengan sesama.
And we were very proud of them yang berani tampil. Agak2 keluar dari skenario dikit sih karena sepertinya mereka sangat menikmati antusias penonton sehingga lupa gerakan tariannya hahahaha…Tarian benernya gak yang macem2 mengingat mereka sudah agak susah bergerak karena kostum “kebesaran” mereka , cuma jalan muter dan goyang2 dikit. Tapi karena demam panggung maka anak2 malah terkesima diam di panggung sambil senyum2. Walhasil guru dan mama2nya yang harus turun tangan mbimbing mereka supaya tetep gerak di panggung hahaha…
Menjelang Ramadhan tahun 2013, TPA Brunswick tempat saya mengajar ditawari untuk mengisi acara menyambut Ramadhan, Ramadhan Family Day di Konjen Melbourne.
Karena murid2 saya amatlah mungil dimana umurnya berkisar antara 3-5 tahun, maka sulit sekali mempersiapkan mereka untuk tampil dengan teratur dan terarah. Maka saya kepikiran untuk “mendandani” mereka supaya kalopun tampil chaos di panggung tapi masih bisa menarik perhatian penonton. Jadilah saya beride membuatkan kostum2 makanan yang meriah untuk mereka. Beberapa hari kami sibuk berlatih menyesuaikan gerak anak2 dengan lagu serta merancang kostum.
Kami, para guru TPA, akhirnya sibuk membuat kostum makanan dari kardus yang ditempel kertas warna-warni.
Kami memilih lagu Pizza in His Pocket sebagai background lagu yang mengiringi anak2 tampil. Lagu ini kami pilih karena musiknya yang rancak sekaligus isi lagu yang bagus. Pizza in His Pocket menceritakan anak lelaki kecil yang rakus memakan semua makanan sampai perutnya sakit. Namun di penghujung lagu dia insyaf dan bahkan mau berbagi makanan dengan temannya yang kekurangan.
Ini link lagunya http://www.youtube.com/watch?v=GgvLVmYpd4U
The moral of the story is, murid2 kami memang belum semua bisa berpuasa Ramadhan. Mereka masih berlatih berpuasa. Oleh karenanya walaupun belum bisa sepenuhnya berpuasa, namun anak2 sudah belajar bagaimana etika makan yang baik sekaligus berbagi makanan dengan sesama.
And we were very proud of them yang berani tampil. Agak2 keluar dari skenario dikit sih karena sepertinya mereka sangat menikmati antusias penonton sehingga lupa gerakan tariannya hahahaha…Tarian benernya gak yang macem2 mengingat mereka sudah agak susah bergerak karena kostum “kebesaran” mereka , cuma jalan muter dan goyang2 dikit. Tapi karena demam panggung maka anak2 malah terkesima diam di panggung sambil senyum2. Walhasil guru dan mama2nya yang harus turun tangan mbimbing mereka supaya tetep gerak di panggung hahaha…
Melbourne, 21 November 2013
Salam
RSS Feed
Twitter
Monday, April 21, 2014
Unknown
Posted in
0 comments :
Post a Comment