Oleh : Zubaidah Ningsih AS
Yuhuuu teman-teman, ini saya share dongeng modern rekan2 Islamic Legacy di Melbourne tentang Perang Salib. Bagian kedua masih akan ditayangkan malam ini, jadi ini yang bagian satu dulu. Ini pun belum lengkap karena masih panjaaaang ceritanya. Semoga gak bosan membaca :p.
Pesan moral yang bisa saya tangkap sejauh ini, tak ada satu pun agama yang menghendaki peperangan. Kegagalan manusia mengikuti fitrahnya yang menghembuskan kebaikan hatilah yang menyebabkan peperangan.
Islamic Legacy sendiri adalah sebuah lembaga non profit yang bertujuan menggali sejarah Islam terutama gap antara sejarah perkembangan setelah Nabi wafat sampai sekarang. Mengapa dipilih periode ini? Karena jika kita mengacu ke Shirah Nabawiyah, maka sumber untuk kajian ini sudah lumayan banyak. Sedangkan masa-masa setelah Nabi wafat belum banyak digali.
Selain itu, di jaman Nabi masih hidup permasalahan umat bisa dengan baik diselesaikan dimana Nabi menjadi hakim segala masalah sehingga jelas clear cut antar berbagai masalah. Masa-masa sesudah Nabi lah yang menjadi ujian yang sebenarnya untuk umat Nabi Muhammad. Teringat sabda Nabi di Haji Wada dimana beliau berkata “Aku ingin melihat umatku”. Para sahabat berkata “Bukankah kami ini umatmu Ya Nabi?”. “Kalian adalah sahabatku, dan saudara kita yang belum tiba di dunia itulah umatku”. Sahabat bertanya “Bagaimana Nabi bisa mengenali umat yang bahkan belum dilahirkan?”. Nabi berkata “Mereka akan datang dengan wajah, tangan dan kaki yang bersih karena wudhunya, dan aku akan menunggu mereka. Beberapa orang akan menjauh dari tempatku selayaknya onta yang salah arah. Aku memanggil mereka datanglah..datanglah kepadaku. Namun akan dikatakan padaku, orang2 itu adalah orang2 yang menjauh dari petunjukmu. Dan aku akan berkata pergilah..pergilah”*1
Subhanallah…semoga kita termasuk orang2 yang selalu berusaha mendekat kepada Nabi sehingga menjadi umatnya. Dan bukan termasuk orang2 yang terjauhkan dari ajaran2 Nabi. Amiiin..
Ok, back to the Crusade, perang Salib. Teman2 Islamic Legacy mencoba mengumpulkan bukti2 sejarah untuk menjawab pertanyaan2 seputar perang Salib. Pertanyaan mereka antara lain :
1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?
2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?
3. Bagaimana tentara salib dengan mudah melewati dan menaklukkan kerajaan2 Islam dalam perjalanannya menuju Jerusalem?
4. Mengapa tidak ada bantuan untuk kaum Muslim di Jerusalem saat tentara perang salib menyerang kota ini yang saat itu dikuasai muslim?
1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?
Ok, mengapa Jerusalem sangat penting dan menjadi ajang perebutan? (red : beberapa orang berkata perang salib sampai sekarang belum selesai dengan masih bergejolaknya pertikaian di Palestina).
Jawabannya adalah karena Jerusalem adalah tempat yang suci untuk semua agama Ibrahim, Yahudi, Nasrani dan Muslim.
Untuk kamu Yahudi di tanah ini dibangun sebuah Temple of Mount oleh Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud dimana tempat ini menjadi tempat menaruh persembahan bagi umat Yahudi. Temple ini sudah runtuh, namun masih ada sisa dindingnya yang disebut Wailing Wall dimana kaum Yahudi melaksanakan ritual doanya. Juga bahwa sesuai kepercayaan umat Yahudi, Allah telah menjanjikan tanah Jerusalem ini untuk kaum Yahudi. Itulah mengapa umat Yahudi menjunjung tinggi tanah Jerusalem.
Untuk kaum Nasrani, Jerusalem adalah tempat lahir dan meninggalnya Yesus. Di tanah ini dibangun Church of Holy Sepulcher sebagai pertanda tempat lahir Yesus. Di sinilah letak bersejarah Jerusalem untuk kaum Nasrani.
Untuk kaum Muslim, Jerusalem adalah kiblat pertama sebelum adanya Ka’bah. Juga bahwa di kota ini terdapat Masjidil Aqsa, masjid pertama yang dikunjungi Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’, salah satu tahap dalam malam suci Isra’ Mi’raj. Masjidil Aqsa adalah salah satu dari 3 tempat yang diberkahi Allah selain Masjid Nabawi (di Madinah) dan Ka’bah (di Mekkah). Pahala untuk orang yang sholat di tiga masjid ini adalah 500 kali, 1000 kali dan 100.000 kali orang yang sholat di tempat lain.
Kota Jerusalem sebelum dikuasai oleh muslim pada 638 Masehi (18 H) dikuasai oleh Romawi. Di bawah kuasa Romawi masyarakat yang dulunya pagan berubah kepercayaannya menjadi Nasrani dimana akhirnya Church of Holy Sepulcher dibangun (pada 16 H). Khalid bin Walid, salah satu panglima besar Islam berhasil menguasai kota Jerusalem dan merebutnya dari Romawi. Umar bin Khattab yang saat itu menjadi khalifah Islam memasuki kota Jerusalem setelah diberi kuncinya oleh Khalid bin Walid. Dia bertanya kepada umat Nasrani disana, dimanakah Masjid Al Aqsa. Saat itu para pendeta menunjukkan Church of Holy Sepulcher, namun Umar memahami itu bukanlah masjid Al Aqsa dan Umar menolak sholat di gereja. Selanjutnya Umar sholat di luar gereja itu. Di tempat itu selanjutnya dibangun masjid Umar bin Khattab.
Dalam hari pertama pendudukan Jerusalem atas Romawi ini, Umar meminta Bilal bin Rabah (muadzin kesayangan Nabi) untuk mengumandangkan adzan. Bilal yang setelah wafatnya Nabi tidak bersedia mengumandangkan adzan akhirnya bersedia beradzan. Selanjutnya Umar bin Khattab memimpin sholat dengan membaca surat As Shad*2 dan Al Isra’*3.
Selanjutnya Umar bin Khattab menandatangani Treaty Al Quds (red : Al Quds adalah nama lain untuk Jerusalem) dimana dalam perjanjian ini disebutkan Umar akan menjadi Amir (Khalifah) di Jerusalem namun tidak akan memaksa umat Yahudi dan Nasrani untuk mengubah kepercayaan mereka dan mereka boleh hidup dengan damai di Jerusalem*4.
Setelah lebih dari 400 tahun hidup berdampingan di Jerusalem, umat Nasrani dari daratan Eropa Barat menyerang Jerusalem. Tepatnya pada 1099 Masehi atau 493 H pasukan Salib membunuh 70.000 lelaki, wanita dan anak2 di Jerusalem.
2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?
Masuk ke pertanyaan kedua, mengapa setelah 400 tahun lebih hidup dengan damai umat Nasrani di luar Jerusalem menyerang muslim dan yahudi di Jerusalem? Jika ditilik ke daerah Eropa Barat pada 8 tahun sebelum penyerangan mereka ke Jerusalem, ada periode yang dinamakan Dark Ages di sana. Pada saat itu itu masyarakat Eropa sangat menderita, khususnya di golongan petani dimana mereka menjadi kalangan pekerja di bawah para tuan tanah (lord and baron). Para tuan tanah ini hidup berkecukupan dengan menindas para petani dimana mereka memanfaatkan kalangan kelas antara petani dan tuan tanah, yaitu knights. Knights, ini bekerja untuk tuan tanah selayaknya mereka adalah para prajurit mereka dimana sang tuan tanah akan menjamin keselamatan dan kehidupan knights. Di atas mereka semua ada seorang Raja yang sangat dihormati.
Kondisi masyarakat yang sangat menyedihkan di kalangan petani (80% bayi meninggal, dan hanya sedikit yang bisa hidup melampaui umur 40 tahun) ditambah langkanya makanan dan banyaknya kekerasan oleh para knight, menjadikan gereja satu2nya tempat petani menaruh harapan. Dengan terus beribadah di gereja dan memuja para saint dan pendeta, para petani berharap bisa mendapat penghidupan yang lebih baik. Jikalau tidak lebih baik di dunia, mereka bisa mendapat kebahagiaan di akhirat. Sementara knights sendiri terkadang menderita tekanan batin dimana mereka harus memperlakukan kasar atau bahkan membunuh para saudara Nasrani mereka. Akhirnya gereja juga menjadi tempat bagi mereka mencari suaka jiwa. Demikian pula dengan para tuan tanah yang kerap meminta ampunan melewati para pendeta.
Gereja akhirnya menjadi tempat yang sangat berpengaruh. Dapatnya seorang pendeta menghapus dosa para jamaahnya menjadikan gereja tempat yang sangat disucikan. Suatu aib besar jika seseorang sampai dikeluarkan dari gereja. Sementara itu gereja banyak mengalami konflik internal misalnya peraturan pernikahan pendeta dimana sebagian pihak menyetujui sebagian lain menentang. Ada perselisihan prinsip antara western dan eastern church plus konflik tentang pemilihan Paus.
Hingga suatu hari di tahun 1095, seorang Paus bernama Urban (selanjutnya kita sebut Pope Urban) memberikan ceramah di depan ribuan umat Nasrani. Dia menghimbau agar umat Nasrani berperang melawan umat muslim di Jerusalem. Dalam ceramahnya Pope Urban mengutuk muslim yang telah memperlakukan umat Nasrani dengan brutal. Akhirnya dengan didorong oleh semangat religinya, umat Nasrani Eropa Barat mulai tergerak mempersiapkan Perang Salib, perang melawan umat Islam.
Jika dianalisa lebih lanjut, sebenarnya isu agama hanyalah pemantik awal yang ditunggangi berbagai kepentingan non agama. Petani tentunya ingin merambah ke daerah lain yang menjanjikan kesejahtaraan lebih dimana mereka telah muak dengan penindasan para tuan tanah. Knights yang terbiasa berperang merasa peperangan bisa menjadi ajang yang sebenarnya dalam mengasah skill perang mereka. Apalagi saat ini mereka berperang melawan musuh yang sebenarnya, bukan sesama kamu Nasrani. Tuan tanah tentunya mengincar tanah2 baru yang ingin mereka kuasai. Sementara para pendeta akan mendapatkan kekuasaan lebih saat mampu menggerakkan massa berperang melawan non Nasrani sehingga kekuatan gereja akan terus bertambah. Di samping itu para pendeta terus menghembuskan bahwa dengan berperang, dosa2 para pengikut perang akan diampuni. Semboyan Pope Urban “God willst it” mengandung pesan bahwa Tuhan menghendaki perang ini demi penghapusan dosa2 manusia.
(to be continued...)
Melbourne, 26 Sept 2009
Salam
*1 Hadist ini diambil dari Book of Purification by Muslim, Book 2, hadith no 482
Abu Huraira reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him) came to the graveyard and said: Peace be upon you! the abode of the believing people and we, if God so wills, are about to join you. I love to see my brothers. They (the hearers) said: Arn't we your brothers-Messenger of Allah? He said: You are my companions, and our brothers are those who have, so far, not come into the world. They said: Messenger of Allah, how would you recognise those persons of your Ummah who have not yet been born? He said: Supposing a man had horses with white blazes on fore- heads and legs among horses which were all black, tell me, would he not recognise his own horses? They said: Certainly. Messenger of Allah. He said: They would come with white faces and arms and legs owing to ablution, and I would arrive at the Cistern before them. Some people would be driven away from my Cistern as the stray camel is driven away. I would call out. Come. come. Then it would be said (to me): These people changed themselves after you, and I would say: Be off, be off.
*2 As Shad, surat ke 38, 88 ayat yang diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
*3 Al Isra, surat ke 17, 111 ayat, diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang perjalanan Isra' Mi'raj Nabi
*4 Info lebih tentang Treaty al Quds bisa dibaca di http://www.muslimwiki.com/mw/index.php/Umari_Treaty#_note-0
*5 Jika anda ingin mengetahui lebih tentang perang salib dari versi lain, silakan klik http://en.wikipedia.org/wiki/First_Crusade
*6 sebagian ceramah Pope Urban bisa anda baca di http://gbgm-umc.org/umw/bible/crusades.stm
Yuhuuu teman-teman, ini saya share dongeng modern rekan2 Islamic Legacy di Melbourne tentang Perang Salib. Bagian kedua masih akan ditayangkan malam ini, jadi ini yang bagian satu dulu. Ini pun belum lengkap karena masih panjaaaang ceritanya. Semoga gak bosan membaca :p.
Pesan moral yang bisa saya tangkap sejauh ini, tak ada satu pun agama yang menghendaki peperangan. Kegagalan manusia mengikuti fitrahnya yang menghembuskan kebaikan hatilah yang menyebabkan peperangan.
Islamic Legacy sendiri adalah sebuah lembaga non profit yang bertujuan menggali sejarah Islam terutama gap antara sejarah perkembangan setelah Nabi wafat sampai sekarang. Mengapa dipilih periode ini? Karena jika kita mengacu ke Shirah Nabawiyah, maka sumber untuk kajian ini sudah lumayan banyak. Sedangkan masa-masa setelah Nabi wafat belum banyak digali.
Selain itu, di jaman Nabi masih hidup permasalahan umat bisa dengan baik diselesaikan dimana Nabi menjadi hakim segala masalah sehingga jelas clear cut antar berbagai masalah. Masa-masa sesudah Nabi lah yang menjadi ujian yang sebenarnya untuk umat Nabi Muhammad. Teringat sabda Nabi di Haji Wada dimana beliau berkata “Aku ingin melihat umatku”. Para sahabat berkata “Bukankah kami ini umatmu Ya Nabi?”. “Kalian adalah sahabatku, dan saudara kita yang belum tiba di dunia itulah umatku”. Sahabat bertanya “Bagaimana Nabi bisa mengenali umat yang bahkan belum dilahirkan?”. Nabi berkata “Mereka akan datang dengan wajah, tangan dan kaki yang bersih karena wudhunya, dan aku akan menunggu mereka. Beberapa orang akan menjauh dari tempatku selayaknya onta yang salah arah. Aku memanggil mereka datanglah..datanglah kepadaku. Namun akan dikatakan padaku, orang2 itu adalah orang2 yang menjauh dari petunjukmu. Dan aku akan berkata pergilah..pergilah”*1
Subhanallah…semoga kita termasuk orang2 yang selalu berusaha mendekat kepada Nabi sehingga menjadi umatnya. Dan bukan termasuk orang2 yang terjauhkan dari ajaran2 Nabi. Amiiin..
Ok, back to the Crusade, perang Salib. Teman2 Islamic Legacy mencoba mengumpulkan bukti2 sejarah untuk menjawab pertanyaan2 seputar perang Salib. Pertanyaan mereka antara lain :
1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?
2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?
3. Bagaimana tentara salib dengan mudah melewati dan menaklukkan kerajaan2 Islam dalam perjalanannya menuju Jerusalem?
4. Mengapa tidak ada bantuan untuk kaum Muslim di Jerusalem saat tentara perang salib menyerang kota ini yang saat itu dikuasai muslim?
1. Mengapa Jerusalem begitu berharga untuk diperebutkan?
Ok, mengapa Jerusalem sangat penting dan menjadi ajang perebutan? (red : beberapa orang berkata perang salib sampai sekarang belum selesai dengan masih bergejolaknya pertikaian di Palestina).
Jawabannya adalah karena Jerusalem adalah tempat yang suci untuk semua agama Ibrahim, Yahudi, Nasrani dan Muslim.
Untuk kamu Yahudi di tanah ini dibangun sebuah Temple of Mount oleh Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud dimana tempat ini menjadi tempat menaruh persembahan bagi umat Yahudi. Temple ini sudah runtuh, namun masih ada sisa dindingnya yang disebut Wailing Wall dimana kaum Yahudi melaksanakan ritual doanya. Juga bahwa sesuai kepercayaan umat Yahudi, Allah telah menjanjikan tanah Jerusalem ini untuk kaum Yahudi. Itulah mengapa umat Yahudi menjunjung tinggi tanah Jerusalem.
Untuk kaum Nasrani, Jerusalem adalah tempat lahir dan meninggalnya Yesus. Di tanah ini dibangun Church of Holy Sepulcher sebagai pertanda tempat lahir Yesus. Di sinilah letak bersejarah Jerusalem untuk kaum Nasrani.
Untuk kaum Muslim, Jerusalem adalah kiblat pertama sebelum adanya Ka’bah. Juga bahwa di kota ini terdapat Masjidil Aqsa, masjid pertama yang dikunjungi Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’, salah satu tahap dalam malam suci Isra’ Mi’raj. Masjidil Aqsa adalah salah satu dari 3 tempat yang diberkahi Allah selain Masjid Nabawi (di Madinah) dan Ka’bah (di Mekkah). Pahala untuk orang yang sholat di tiga masjid ini adalah 500 kali, 1000 kali dan 100.000 kali orang yang sholat di tempat lain.
Kota Jerusalem sebelum dikuasai oleh muslim pada 638 Masehi (18 H) dikuasai oleh Romawi. Di bawah kuasa Romawi masyarakat yang dulunya pagan berubah kepercayaannya menjadi Nasrani dimana akhirnya Church of Holy Sepulcher dibangun (pada 16 H). Khalid bin Walid, salah satu panglima besar Islam berhasil menguasai kota Jerusalem dan merebutnya dari Romawi. Umar bin Khattab yang saat itu menjadi khalifah Islam memasuki kota Jerusalem setelah diberi kuncinya oleh Khalid bin Walid. Dia bertanya kepada umat Nasrani disana, dimanakah Masjid Al Aqsa. Saat itu para pendeta menunjukkan Church of Holy Sepulcher, namun Umar memahami itu bukanlah masjid Al Aqsa dan Umar menolak sholat di gereja. Selanjutnya Umar sholat di luar gereja itu. Di tempat itu selanjutnya dibangun masjid Umar bin Khattab.
Dalam hari pertama pendudukan Jerusalem atas Romawi ini, Umar meminta Bilal bin Rabah (muadzin kesayangan Nabi) untuk mengumandangkan adzan. Bilal yang setelah wafatnya Nabi tidak bersedia mengumandangkan adzan akhirnya bersedia beradzan. Selanjutnya Umar bin Khattab memimpin sholat dengan membaca surat As Shad*2 dan Al Isra’*3.
Selanjutnya Umar bin Khattab menandatangani Treaty Al Quds (red : Al Quds adalah nama lain untuk Jerusalem) dimana dalam perjanjian ini disebutkan Umar akan menjadi Amir (Khalifah) di Jerusalem namun tidak akan memaksa umat Yahudi dan Nasrani untuk mengubah kepercayaan mereka dan mereka boleh hidup dengan damai di Jerusalem*4.
Setelah lebih dari 400 tahun hidup berdampingan di Jerusalem, umat Nasrani dari daratan Eropa Barat menyerang Jerusalem. Tepatnya pada 1099 Masehi atau 493 H pasukan Salib membunuh 70.000 lelaki, wanita dan anak2 di Jerusalem.
2. Mengapa umat Nasrani menyerang umat Islam dalam perang salib?
Masuk ke pertanyaan kedua, mengapa setelah 400 tahun lebih hidup dengan damai umat Nasrani di luar Jerusalem menyerang muslim dan yahudi di Jerusalem? Jika ditilik ke daerah Eropa Barat pada 8 tahun sebelum penyerangan mereka ke Jerusalem, ada periode yang dinamakan Dark Ages di sana. Pada saat itu itu masyarakat Eropa sangat menderita, khususnya di golongan petani dimana mereka menjadi kalangan pekerja di bawah para tuan tanah (lord and baron). Para tuan tanah ini hidup berkecukupan dengan menindas para petani dimana mereka memanfaatkan kalangan kelas antara petani dan tuan tanah, yaitu knights. Knights, ini bekerja untuk tuan tanah selayaknya mereka adalah para prajurit mereka dimana sang tuan tanah akan menjamin keselamatan dan kehidupan knights. Di atas mereka semua ada seorang Raja yang sangat dihormati.
Kondisi masyarakat yang sangat menyedihkan di kalangan petani (80% bayi meninggal, dan hanya sedikit yang bisa hidup melampaui umur 40 tahun) ditambah langkanya makanan dan banyaknya kekerasan oleh para knight, menjadikan gereja satu2nya tempat petani menaruh harapan. Dengan terus beribadah di gereja dan memuja para saint dan pendeta, para petani berharap bisa mendapat penghidupan yang lebih baik. Jikalau tidak lebih baik di dunia, mereka bisa mendapat kebahagiaan di akhirat. Sementara knights sendiri terkadang menderita tekanan batin dimana mereka harus memperlakukan kasar atau bahkan membunuh para saudara Nasrani mereka. Akhirnya gereja juga menjadi tempat bagi mereka mencari suaka jiwa. Demikian pula dengan para tuan tanah yang kerap meminta ampunan melewati para pendeta.
Gereja akhirnya menjadi tempat yang sangat berpengaruh. Dapatnya seorang pendeta menghapus dosa para jamaahnya menjadikan gereja tempat yang sangat disucikan. Suatu aib besar jika seseorang sampai dikeluarkan dari gereja. Sementara itu gereja banyak mengalami konflik internal misalnya peraturan pernikahan pendeta dimana sebagian pihak menyetujui sebagian lain menentang. Ada perselisihan prinsip antara western dan eastern church plus konflik tentang pemilihan Paus.
Hingga suatu hari di tahun 1095, seorang Paus bernama Urban (selanjutnya kita sebut Pope Urban) memberikan ceramah di depan ribuan umat Nasrani. Dia menghimbau agar umat Nasrani berperang melawan umat muslim di Jerusalem. Dalam ceramahnya Pope Urban mengutuk muslim yang telah memperlakukan umat Nasrani dengan brutal. Akhirnya dengan didorong oleh semangat religinya, umat Nasrani Eropa Barat mulai tergerak mempersiapkan Perang Salib, perang melawan umat Islam.
Jika dianalisa lebih lanjut, sebenarnya isu agama hanyalah pemantik awal yang ditunggangi berbagai kepentingan non agama. Petani tentunya ingin merambah ke daerah lain yang menjanjikan kesejahtaraan lebih dimana mereka telah muak dengan penindasan para tuan tanah. Knights yang terbiasa berperang merasa peperangan bisa menjadi ajang yang sebenarnya dalam mengasah skill perang mereka. Apalagi saat ini mereka berperang melawan musuh yang sebenarnya, bukan sesama kamu Nasrani. Tuan tanah tentunya mengincar tanah2 baru yang ingin mereka kuasai. Sementara para pendeta akan mendapatkan kekuasaan lebih saat mampu menggerakkan massa berperang melawan non Nasrani sehingga kekuatan gereja akan terus bertambah. Di samping itu para pendeta terus menghembuskan bahwa dengan berperang, dosa2 para pengikut perang akan diampuni. Semboyan Pope Urban “God willst it” mengandung pesan bahwa Tuhan menghendaki perang ini demi penghapusan dosa2 manusia.
(to be continued...)
Melbourne, 26 Sept 2009
Salam
*1 Hadist ini diambil dari Book of Purification by Muslim, Book 2, hadith no 482
Abu Huraira reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him) came to the graveyard and said: Peace be upon you! the abode of the believing people and we, if God so wills, are about to join you. I love to see my brothers. They (the hearers) said: Arn't we your brothers-Messenger of Allah? He said: You are my companions, and our brothers are those who have, so far, not come into the world. They said: Messenger of Allah, how would you recognise those persons of your Ummah who have not yet been born? He said: Supposing a man had horses with white blazes on fore- heads and legs among horses which were all black, tell me, would he not recognise his own horses? They said: Certainly. Messenger of Allah. He said: They would come with white faces and arms and legs owing to ablution, and I would arrive at the Cistern before them. Some people would be driven away from my Cistern as the stray camel is driven away. I would call out. Come. come. Then it would be said (to me): These people changed themselves after you, and I would say: Be off, be off.
*2 As Shad, surat ke 38, 88 ayat yang diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
*3 Al Isra, surat ke 17, 111 ayat, diturunkan di Mekkah, dalam surat ini diceritakan sejarah tentang perjalanan Isra' Mi'raj Nabi
*4 Info lebih tentang Treaty al Quds bisa dibaca di http://www.muslimwiki.com/mw/index.php/Umari_Treaty#_note-0
*5 Jika anda ingin mengetahui lebih tentang perang salib dari versi lain, silakan klik http://en.wikipedia.org/wiki/First_Crusade
*6 sebagian ceramah Pope Urban bisa anda baca di http://gbgm-umc.org/umw/bible/crusades.stm

wailing
wall di jerusalem, tempat kaum Yahudi beribadah. Photo taken from
http://atheism.about.com/library/FAQs/christian/blxtn_jerusalem-wailing02.htm
RSS Feed
Twitter
Tuesday, April 22, 2014
Unknown
Posted in
0 comments :
Post a Comment