Sunday, April 20, 2014

1384759680282669355

Oleh: Nur Ana Sejati

Hari itu, Senin (18/11), Moreland Primary School (MPS), satu sekolah dasar (SD) di Melbourne, dikuasai merah-putih. Sebagian besar siswa-siswi, para guru, dan staf lainnya dianjurkan memakai atribut Indonesia. Anjuran yang diumumkan pada akhir sekolah pekan lalu dipertegas melalui Moreland Mail –semacam newsletter yang berisi info pekanan. Ada apa? Apakah SD yang terletak Moreland Council, satu council di negara bagian Victoria, Australia ini sudah berpindah kepemilikan ke Indonesia?

Oh, bukan itu. Moreland Primary School masih dibawah kedaulatan pemerintah Australia. Jika hari ini tampak berbeda dari biasanya, seragam biru-kuning diganti tema merah-putih atau batik, itu karena berkaitan dengan kegiatan selebrasi Indonesia. Ya, setiap term, empat term dalam satu tahun, Moreland Primary School menggilir negara-negara asal siswa-siswi yang bersekolah di SD tersebut untuk menjadi negara tema. Term 4 tahun 2013 ini Indonesia mendapatkan giliran.

Kegiatan bertajuk ‘Indonesia Special Lunch’ dengan menu salah satu sup khas Indonesia, Tekwan, menjadi lebih spesial karena pihak sekolah mendonasikan seluruh keuntungan kegiatan untuk para korban super topan Haiyan di Filipina. Wah, sungguh suatu solidaritas kemanusiaan yang luar biasa dan tentu komunitas orang-orang Indonesia yang anaknya bersekolah di Moreland Primary School secara langsung menjadi bagian dari aksi solidaritas tersebut.

Persiapan dan Hari ‘H’
Demi kepuasan semua pihak para orangtua mempersiapkan segalanya dengan baik. Semuanya diorganisasi dengan tertib dari pemilihan makanan yang akan menjadi menu ‘Indonesia Special Lunch’, masak-masak, mengatur jadwal bertugas pada hari ‘H’, hingga tugas peliputan dan pendokumentasian.

Setelah berbagai diskusi melalui pertemuan informal dan milist para orangtua, akhirnya disepakati menu makan siang adalah tekwan, sup khas asal Palembang. Nah, sebenarnya tekwan ini merupakan varian dari empek-empek Palembang meski popularitasnya belum setara. Empek-empeknya, atau biasa disebut biji tekwan, juga terbuat dari ikan yang disiram dengan kuah kaldu udang. Sayuran pelengkapnya bisa jamur kuping, benkoang, dan daun bawang. Kegiatan pengolahan bahan-bahannya telah dimulai pada Minggu, termasuk masak-masak biji tekwan.

Sebagaimana setiap senin, sekolah menyelenggarakan asembly, semacam upacara bendera meski tanpa penghormatan bendera. Sesuai dengan tema, selesai menyanyikan Australian national antheme, para siswadari prep (preparation class atau setara dengan kelas TK B) hingga grade 6 di minta maju kedepan sesuai dengan kelompok kelasnya. Sang pemandu pun menanyakan kepada siswa tersebut: What do you know about Indonesia? What do you dress up?


13847599121213311489
Ibu-ibu menyiapkan tekwan untuk makan siang di MPS

Tidak hanya siswa, orangtua murid dan guru yang mengenakan pakaian batik pun di minta pendapatnya tentang Indonesia. Beragam pendapat. Dari we are friendly and nice, Indonesia has many delicious food, Indonesia has many interesting place to visit, Indonesia has many batik and the price is very cheap hingga larangan membeli palm oil karena Indonesia dianggap membunuh para orangutan. Kemudian, dilanjutkan sebagaimana biasa dengan presentasi. Kali ini grade ¾ dengan project-nya fit for school.

Usai asembly, warga komunitas Indonesia MPS langsung menyerbu dapur dan mempersiapkan special lunch. Untunglah, biji tekwan sudah siap sehingga yang perlu dilakukan tinggal merebus kuah dan mempersiapkan kelengkapan, mengiris daun bawang dan daun sup, membersihkan bunga sedap malam, hingga mempersiapkan mangkuk dan sendok. Kalau anda masih teringat tradisi persiapan pesta jaman dulu, yakinlah anda akan mendapatinya di sini. Ya, persis seperti gotong-royong yang pernah kita dapati dua puluh tahun silam. Akrab dan guyup mempersiapkan satu persembahan Indonesia untuk siswa dan guru dari beragam latar belakang budaya.

Dan tau kah anda bahwa aroma Tekwan rupanya menerabas hingga jarak yang cukup jauh. Tak heran kalau sang Kepala Sekolah dan guru beberapa kali menyempatkan diri melihat ke dapur seolah tak sabar ingin mencicipi. Tepat pukul 12, Tekwan diantar ke setiap kelas dan siap dinikmati bersama.

0 comments :

Post a Comment